sampai hari ini, 26 februari 2013, aku masih belum mengerti semua tentang diriku. yaa, aku merindukan sosok "aku yang dulu", tapi aku sendiri ngga tahu siapa aku yang dulu, bagaimana aku yang dulu, dan sosok "aku" yang mana yang aku rindukan.
kehidupanku memang selalu berubah sesuai dengan lingkungan disekitarku. Bunglon, mungkin hewan yang cocok untuk menggambarkanku. Satu detik yang berlalu aku sudah berubah menjadi yang lain. Sayangnya, aku lupa siapa aku sedetik yang lalu.Mungkin aku terlalu angkuh pada masa laluku atau mungkin aku seorang pengecut yang terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat di masa lalu dan tak berani menatapnya lagi.
Beberapa bulan yang lalu, aku meninggalkan seorang gadis yang sangat lugu dan tulus menyayangiku. Dia begitu baik, perhatian dan pada intinya dia merupakan gadis yang ingin aku bentuk dari seseorang yang pernah menjalin hubungan denganku, bahasa kasarnya sih mantan. Sempat aku meneteskan air mata ketika aku kirim sebuah pesan dari hape ku," Sayang, kita udahan aja yaa?" Keesokan harinya, aku menemuinya. Matanya terlihat lebab, jelaslah dia menangis semalaman karena sms ku itu. Aku membawanya ke suatu tempat yang menurutku tempat yang cocok untuk ngobrol serius. Dalam perjalanan, Aku tidak berani dan mungkin tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Aku menahan air mata yang selalu ingin turun hingga membuat dada begitu sesak. Akhirnya dia yang memulai percakapan. Dia menanyakan alasan ku meninggalkannya, tapi aku tetap terdiam. Hingga sampai di tempat itu, aku baru bisa menjawab. Dia pun menangis, aku pun hampir tak bisa menahan air mataku. Sekian lama, aku biarkan dia menangis sampai akhirnya aku menghiburnya. Dia pun terdiam, dan meyakinkanku. Tapi aku tetap pada keputusanku, berakhir.
Bodoh emang, meninggalkan orang yang jelas-jelas sangat menyayangiku. tapi aku lebih memilih menjadi orang bodoh dari pada orang jahat yang selalu menyakiti hatinya, selalu meninggalkannya, selalu mengacuhkannya, selalu membuatnya menangis dan selalu membuat dia menunggu seseorang yang tidak pantas ditunggu. Aku memang tidak pantas untuknya, dan untuk siapapun. Aku yang sekarang bukanlah AKU. Aku sudah hilang, musnah. Entah terkubur didalam kegelapan dasar laut, atau terhempas didalam kegelapan luar angkasa. Aku tidak tahu tapi aku merindukannya.
wkwkwkwkwk pak tolonggg!!!
ReplyDelete