Tuesday, 26 February 2013

Liburan semester ganjil, Januari 2012


Mencari sesuatu yang baru, itu tema liburan saat semester ganjil, januari 2013. Kali ini, perjalanan mencari sebuah pantai yang konon katanya mempunyai pemandangan yang cukup bagus. Personil saat itu 9 orang. Singkat cerita, kami dengan 9 personil berangkat menggunakan motor, biar lebih gampang masuk ke gang sempit. Tujuan kami yang pertama adalah TPI pasir. Dari tempat ini, petualangan kami yang sesungguhnya dimulai. Kami berjalan menesulusuri pantai, tapi bukan pantai pasir, pantai karang. Ya, jalannya berbukit-bukit. Setelah melewati berbagai ornamen alam, turunan dan tanjakan sampai Goa di Perjalanan menuju pantai yang menjadi tujuan kami itu sekitar 1 jam jalan kaki. Jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan ambil sesuatu kecuali foto dan jangan bunuh sesuatu waktu. Karna itu, aku ga bisa memberikan kenang-kenangan kecuali foto. Inilah hasil jepretan beberapa kamera yang kami bawa.

menggali laut dan menerawang luar angkasa


Galau?! mungkin ngga ya. Cuma mau menenagkan hati aja. Kali ini aku mau bercerita tentang beberapa orang yang membuat aku berubah dan mengorbankan seorang perempuan cantik di tulisan sebelumnya, intermezzo. Yang pertama, ADK (inisial). Dia merupakan perempuan yang menurutku sangat sempurna. Dia itu baik, pinter, dan perhatian. Dia cinta pertamaku (jezzzz!!!). Aku mengenalnya sejak SMP. Banyak cewek yang aku tolak karna aku masih menyayanginya dalam diam. Tentu saja, dia lebih dulu menerima cinta temanku (patah hati deh). Sampai lulus SMP, aku tetap menunggunya. Setelah lulus, Kita memang berjauhan. SMA kita berbeda dan juga berlainan kota. Namun, tanpa dia sadari aku selalu mencari tau kabar nya, entah dari temannya di SMA yang aku kenal dari FB atau dari temen deketku yang sekolahnya berada satu kota dengan sekolahnya. Singkat cerita, suatu hari seorang temen dekatku itu (sebut MM) menyuruh aku datang kerumahnya. memang sudah lama aku ngga kerumahnya lagi. Di rumah MM tiba-tiba dia menanyakan perasaanku terhadap ADK, aku menjawab sambil bohong-bohong dikit. Diakhir percakapan dia memberiku nomor hapenya, tp karena gengsi aku tolak. Sampai dirumah, HPku bunyi, ada sms masuk," Semoga Berhasil!!". Dibawah tulisan itu ada nomor ADK. Tiap hari aku cuma bisa liat nomor itu, tangan tidak kuat untuk menekan tanda telpon warna hijau. Akhirnya, setan pun melintas. Aku tulis pesan untuknya, menanyakan kabar tentangnya. Gayung bersambut, pesan masuk dan keluar pun tidak terhitung lagi. Hingga suatu saat dia menangis, putus dengan cowoknya. "Oke, kesempatan," pikirku. Yaa, sekitar 2 mingguan sejak dia putus aku berhasil mendapatkan hatinya. Namun, kebersamaan dengannya tidak tahan lama (sbg sepasang kekasih). Semua berakhir, karena bersama dengan nostalgia kita , aku sedang dekat dengan adik kelasku, yang akan menghuni cerita kedua. Hubunganku dengannya hanya bertahan 2 bulan, tetapi sejatinya bukan karena adik kelasku itu, tapi karena sesuatu yang lain yang tidak bisa aku ungkapkan. Sampai saat ini, aku masih sangat menyayanginya
, ADK. Meskipun sekarang kita sering ketemu, aku belum mempunyai keberanian menatap matanya. Entah alasanya apa, tapi itulah yang terjadi. Kedua, berinisial AZR. Dia sosok yang cantik, lugu, dan selalu membuat aku termotivasi untuk mengejar impianku. Gadis yang sempurna, hingga aku sangat menyayanginya. Pertemuan pertama di sebuah organisasi yang masih aku gemari hingga sekarang. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi sekali lagi aku belum berani mengungkapkannya, karena aku masih mengharapkan ADK pada saat itu. Kita mulai ngobrol ketika AZR berusaha menjodohkan aku dengan teman dekatnya. Sejak saat itu kita pun jadi sering mengobrol. Tak lama setelah itu kita pun meresmikan hubungan (pacaran :red). Aku bersama AZR cukup lama, yaitu hampir 2 tahun, namun selalu banyak cobaan yang menghadang. Cobaan pertama ketika, dia tahu kalo aku jadian dengannya beberapa hari setelah aku putus dengan ADK. Dia marah besar, tp akhirnya kita berhasil melewati semua ini. Cobaan kedua, sekitar usia hubungan kita menginjak 1 tahun. Sikapnya, berubah drastis, menjadi sering ilang-ilangan. Karena aku orang yang serba tahu, aku tahu kalo dia sedang deket dengan temannya. kita pun berantem hingga waktu yang lama, sekitar seminggu. Setelah mengobrol dengan kepala dingin, hubungan kita pun berlanjut. Ya, mungkin saat itu aku juga salah, aku lebih deket dengan sahabat ku, cewek, dan aku juga sibuk dengan urusan kelas 3 yang ribet. Ujian ketiga yang membuat hubungan kita berakhir, dia kembali berhubungan dengan temannya sekelasnya yang lain. Mungkin dia seperti itu karena jarak kita yang terlalu jauh, beda provinsi, karena aku sudah kuliah. Ketika liburan tiba, aku langsung temui dia. setelah mengobrol cukup memakan waktu yang lama hingga berhari-hari akhirnya kita break, meskipun dia ngga jadi sama temen sekelasnya itu. Aku pikir, memang sebaiknya aku sama dia break dulu, karena aku ngga mau mengganggu kelulusannya. Ya, dia pun sudah lulus SMA, aku mulai mencoba mengumpulkan reruntuhan bangunan yang sudah lama terbangun. Namun, dia lebih memilih temanku. Kakak tingkatku sendiri, tapi berbeda fakultas. Sakit memang, tapi aku bukan orang yang lemah. Sekitar sebulan, aku menghilang dari semua orang di paguyuban daerahku. Mungkin, sejak saat itu, aku menjadi orang lain, orang yang sangat berbeda. Hatiku penuh dengan kebencian, tapi tidak tahu kapan dan dimana harus melampiaskan kebencian itu. Semua terkumpul didalam dada, mungkin sudah membatu dan mengubur semuanya. aku tidak tau. Rasa benciku hilang ketika sesosok wanita yang lain, RAW, datang di kehidupanku. RAW, wanita yang cantik yang terlaihat acuh tapi sangat perhatian. Sifatnya keras tapi penyayang. RAW merupakan teman AZR sekaligus teman curhatnya saat itu. Pertama bertemu, aku tidak tertarik sedikitpun karena dia sedikit terlihat acuh. Awal ketertarikanku ketika tak sengaja aku terjebak berdua disebuah Mall dijakarta. Sejak saat itu kita saling mengobrol, bertukaran pikiran baik melalui SMS ataupun telpon. Hampir sebulan kita perkenalan, dan tiba saatnya dia pulang ke rumahnya, dan tak sengaja aku pun punya rencana pulang. Akhirnya kita satu kereta, dan aku pun mengatakan kesukaanku kepadanya didalam kereta. Tak disangka, pada saat itu juga, mantannya juga minta balikan dan terjadilah pending yang cukup lama. Akhirnya beberapa minggu kemudian kita pun resmi pacaran. Hubungan kita sangat harmonis, meskipun kita berbeda kota dan provinsi. Kita saling bercerita kejadian yang dialami masing-masing dan suatu ketika dia bercerita tentang seorang temannya yang dia sangat benci karena kelakuannya terhadap dia. Temannya itu, sering menggodanya, intinya dia merasa risih dengan nya. Suatu hari, tiba-tiba dia menelponku tanpa sms dulu. dia menangis, entah apa yang membuat dia menangis. Dalam isakan tangisannya dia minta putus, alasannya karena belum di ijinin sama orang tuanya buat deket sama cowok. Oke, aku pun setuju. Kita sepakat break hingga dia diijinin. Namun, dalam tulisannya di blog dia sedang dekat dengan temannya yang dia benci itu. Saat aku tanya, dia malah marah. Entah apa yang membuat dia marah dan menutup semua kehidupannya dariku. Sampai sekarang aku masih mempertanyakan alasannya, karena orang tua atau karena cowok itu. Aku semakin ngga ngerti, mereka sekarang begitu dekat, mungkin sudah dapet ijin. Sakit, untuk yang kedua kalinya. Hati ini semakin mengeras, semakin tertutup oleh kerak-kerak luka yang mengeras. Diriku semakin menghilang jauh tak tergapai. Sempat terlintas sumpah serapah untuk nya, tapi aku terlalu lemah untuk itu. Ya, hanya Selamat Berbahagia yang bisa aku ucapkan. :) Keempat, yaitu wanita yang ada di cerita sebelumnya Intermezzo. Enam bulan aku bersamanya, dan selama itu pula aku mengacuhkannya. Maaf ya, udah membuat kamu terluka selama 6 bulan lebih. Terima kasih, telah menungguku dengan setia dan selalu megantarku pergi berangkat kuliah, di stasiun hingga malam. Kenangan itu akan selalu aku ingat. Dia Selalu menjadi yang terbaik dan semoga dapat yang terbaik. Saat ini, aku hanya ingin fokus mencari aku yang dulu. entak aku yang dulu mana yang aku rindukan. Yang jelas, ingin aku bersihkan semu luka yang mengeras, dan aku kejar "aku" yang hilang, mungkin hingga tak ada kata timur, utara, selatan dan barat. Aku Merindukan Aku yang Dulu

Intermezzo


sampai hari ini, 26 februari 2013, aku masih belum mengerti semua tentang diriku. yaa, aku merindukan sosok "aku yang dulu", tapi aku sendiri ngga tahu siapa aku yang dulu, bagaimana aku yang dulu, dan sosok "aku" yang mana yang aku rindukan. kehidupanku memang selalu berubah sesuai dengan lingkungan disekitarku. Bunglon, mungkin hewan yang cocok untuk menggambarkanku. Satu detik yang berlalu aku sudah berubah menjadi yang lain. Sayangnya, aku lupa siapa aku sedetik yang lalu.Mungkin aku terlalu angkuh pada masa laluku atau mungkin aku seorang pengecut yang terlalu banyak kesalahan yang aku perbuat di masa lalu dan tak berani menatapnya lagi. Beberapa bulan yang lalu, aku meninggalkan seorang gadis yang sangat lugu dan tulus menyayangiku. Dia begitu baik, perhatian dan pada intinya dia merupakan gadis yang ingin aku bentuk dari seseorang yang pernah menjalin hubungan denganku, bahasa kasarnya sih mantan. Sempat aku meneteskan air mata ketika aku kirim sebuah pesan dari hape ku," Sayang, kita udahan aja yaa?" Keesokan harinya, aku menemuinya. Matanya terlihat lebab, jelaslah dia menangis semalaman karena sms ku itu. Aku membawanya ke suatu tempat yang menurutku tempat yang cocok untuk ngobrol serius. Dalam perjalanan, Aku tidak berani dan mungkin tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Aku menahan air mata yang selalu ingin turun hingga membuat dada begitu sesak. Akhirnya dia yang memulai percakapan. Dia menanyakan alasan ku meninggalkannya, tapi aku tetap terdiam. Hingga sampai di tempat itu, aku baru bisa menjawab. Dia pun menangis, aku pun hampir tak bisa menahan air mataku. Sekian lama, aku biarkan dia menangis sampai akhirnya aku menghiburnya. Dia pun terdiam, dan meyakinkanku. Tapi aku tetap pada keputusanku, berakhir. Bodoh emang, meninggalkan orang yang jelas-jelas sangat menyayangiku. tapi aku lebih memilih menjadi orang bodoh dari pada orang jahat yang selalu menyakiti hatinya, selalu meninggalkannya, selalu mengacuhkannya, selalu membuatnya menangis dan selalu membuat dia menunggu seseorang yang tidak pantas ditunggu. Aku memang tidak pantas untuknya, dan untuk siapapun. Aku yang sekarang bukanlah AKU. Aku sudah hilang, musnah. Entah terkubur didalam kegelapan dasar laut, atau terhempas didalam kegelapan luar angkasa. Aku tidak tahu tapi aku merindukannya.