Friday, 4 January 2013

Suka Duka Tahun Baru di Gunung Ciremai


Harapan kita belum tentu sesuatu yang akan pasti terjadi. Seperti itulah kata yang selalu aku ingat dari dulu, dari seorang guru cantik semasa SMA. (Hahaha) Eeiiitttsss. Tapi hari ini aku bukan mau cerita tentang ibu guru cantik ataupun kisah semasa SMA. udah terlalu “basi” untuk diceritakan lagi. Hehe Kembali ke kalimat pertama tulisan ini, kalimat itu beberapa hari yang lalu menjadi hal nyata di kehidupanku yang penuh kebahagiaan dan keberuntungan ini. Ya, kejadian itu berawal dari sebuah ide dari teman kuliah sekitar sebulan yang lau yaitu Dia ingin naik gunung. Sebenernya dia ngajak ke gunung gede pangrango yang medannya ga terlalu sulit bagi pemula. Tapi sayangnya TNGGP ditutup karena alasan konservasi hutan. Oke, karena ditutup dan keinginannya begitu kuat untuk menjelajah alam, aku tawarin gunung ciremai. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya setuju. Dan berhasil mengajak 4 orang lagi. Jadi ada 6 orang yang menjelajah. Perjalanan dimulai hari minggu tanggal 30 Desember 2012. Kami kumpul dipasar rebo menunggu bis Luragung, satu-satunya bis yang yang mengarah ke linggarjati. Kami menunggu bis dari jam 9 namun tak kunjung ada bis luragung yang datang. Datangpun bis nya udah penuh sesak. Karena tidak sabar kami pun pergi ke terminal kampong rambutan sekitar jam 10.45 WIB. Disana Cuma ada bis yang kearah Cirebon. Dengan berbagai pertimbangan kami naik bis Cirebon itu. Ditengah perjalanan kami dioper ke bis luragung di pintu masuk tol (lupa namanya), sampailah kami di linggar jati pada pukul 16.45 WIB. Karena dari 6 anak yang baru naik gunung Cuma aku, banyak barang-barang yang ga di packing dengan benar. Akhirnya aku paksa packing sebentar di base camp linggar jati. Sekitar jam 18.00 WIB kami berangkat dari basecamp target kami hari pertama sampai di pos kuburan kuda. Namun, saat sampai pos kondang amis, langkah kami pun harus terhenti karena gerimis. Akhirnya target Cuma sampai di kondang amis. Pagi harinya tanggal 31 Desember 2012 sekitar jam 09.30 WIB kami melanjutkan perjalanan. Baru sampai di kuburan kuda, hujan deras mengguyur kami. Perjalanan pun kami hentikan. Saat itu jam menunjuk pukul 10.45 WIB. Sekitar jam 12.00 WIB kami melanjutkan perjalanan kembali meskipun masih sedikit hujan. Saat jam menunjuk pukul 13.00WIB kami berhenti sebentar untuk membuka perbekalan. Saat sedang makan siang, hujan yang lebih deras pun mengguyur kami. Akhirnya kami menunda perjalanan dan membuat tenda darurat. Tak lama pun hujan menjadi kecil, kami pun memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Akhirnya, sekitar pukul 15.30 WIB dengan melewati medan yang licin dan tanjakan maut, kami sampai di pos bapa tere. Karena pada saat itu sedang hujan dan hutan sudah ditutup kabut akhirnya kami mendirikan tenda dan menginap di pos bapa tere. Pilihan kami untuk menginap ternyata tepat, beberapa jam kami selesai mendirikan tenda hujan deras kembali mengguyur. Perjalanan berlanjut esok harinya, 1 Januari 2013 (selamat tahun baru!!!!!) tepat pukuln 06.00 WIB kami bergegas menelusuri hutan dan menerobos dinginnya gunung ciremai. Namun pada pagi ini hanya 4 orang yang naik, karena 2 teman kami tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Belum sampai di pos batu lingga, teman kami terpaksa turun karena tidak sanggup dengan trek yang begitu indahnya (hahaha). Akhirnya hanya 3 orang yang melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 07.30 kami bertiga sampai di pos batu lingga. Disana ada beberapa camp dari pendaki yang ternyata sudah nyampai puncak (waw). Setelah beristirahat 5 menit Kami pun melanjutkan perjalanan, sekitar pukul 08.15 kami sampai di pos sanggabuana. Disini kami istirahat cukup lama, sekitar 15 menit. Perjalanan pun berlanjut menuju sanggabuana 2, sampai di pos ini sekitar pukul 08.50 WIB. Di sanggabuana 2 ternyata ada sumber air. Akhirnya saya pun bergegas untuk mengisi perbekalan kami yang hanya membawa 2 botol 1,5 L air minum. Setelah botol terisi penuh kami melanjutkan perjalanan ke pos pengasinan. Karena dari pagi belum sarapan , aku memutuskan untuk sarapan dulu. Setelah menemukan tempat yang indah, kami membuka perbekalan sambil narsis berfoto ria. Selesai makan, tiba-tiba kabut naik. Akhirnya kami pun kembali ke tempa camp, yaitu bapa tere. Dan memutuskan mengakhiri perjalanan menuju ke puncak ciremai. Setelah sampai di tenda kami pun packing barang dan turun menuju pos linggarjati. Betul saja, belum juga sampai di pos linggarjati, hujan deras mengguyur kami. Kami sampai di pos linggar jati sekitar pukul 15.00 WIB dan sudah ada angkot yang menunggu. Akhirnya kami meninggal pos linggarjati sekitar oukul 16.00 menuju jalan raya cilimus untuk menunggu bis ke Jakarta. Setelah lama menunggu, sekitar pukul 18.00 WIB akhirnya ada bis datang. kami sampai di Jakarta sekitar pukul 02.00 WIB karena terjebak macet di jalan tol. Meskipun pendakian kali ini ngga sampai puncak, setidaknya rencana kami untuk merayakan tahun baru di gunung ciremai pun berhasil. (berhasil membuat kekecewaan).

No comments:

Post a Comment